Proposal Pelatihan

JUDUL PELATIHAN

“Pendidikan dan Pelatihan mitigasi bencana alam pada pemuda dan mahasiswa”

PENDAHULUAN

Manusia merupakan mahluk yang senantiasa memiliki kemampuan untuk berkembang sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya, kapasitas yang dimaksud adalah kemampuan dalam system berfikir, mengingat, fisik, dan nilai serta mental. Kemampuan tersebut merupakan bentuk olahan yang harus senantiasa selalu dikembangkan agar berpengaruh positif terhadap kemajuan pribadi manusia bersangkutan. Karena jika kapasitas tersebut tidak berkembang sebagaimana mestinya bukan tidak mungkin akan terjadi kemunduran dalam segi kapasitas berfikir, bertindak berupa kemampuan fisik, dan mental serta nilai-nilai. Salah satu metode yang tepat dalam proses perkembangan tersebut adalah dengan melakukan pendidikan dan pelatihan.

Proses perkembangan manusia dilakukan untuk mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi, perubahan yang terjadi seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus senantiasa dibangun dan diperbaharui oleh manusia, karena salah satu keharusan yang merupakan hokum nyata dunia adalah persaingan, ketika manusia tidak mampu menguasai suatu ilmu atau mengembangkan ilmu yang sudah ada sedangkan manusia lain mampu untuk itu maka manusia yang tidak mampu mengembangkan ilmu dan menyelaraskan dengan perubahan akan kalah dalam bersaing dan dampaknya pada kematian bertindak. Selain itu proses perubahan dunia tidak selamanya bersifat positif, bahkan dengan perkembangan jaman yang amat pesat ini membuat manusia tidak lagi perduli dengan kondisi lingkungan dan bumi, maka dari itu timbullah dampak negative dari perubahan jaman yakni semakin menurunya tingkat kelayakan bumi dan berdampak pada bencana serta kondisi alam yang tidak bersahabat. Hal tersebutpun haruslah menjadi bahan pertimbangna bagi manusia, bahwasannya perkembangan manusia haruslah senantiasa diatur untuk selain mampu tetap eksis dalam persaingan juga dapat bertahan dan mengantisipasi perubahan ekstrim dunia dalam bentuk bencana.

Indonesia merupakan Negara dengan potensi terjadi bencana yang cukup tinggi, hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan para pakar kebencanaan yang menyatakan bahwasanya wilayah Indonesia dikelilingi oleh potensi bencana yang tinggi hal tersebut dibuktikan dengan adanya circle of fire dimana merupakan daerah yang dilewati oleh pegunungan-pegunungan berapi yang aktif, selain itu indonesiapun rentan akan bencana gempabumi akibat titik pertemuan antara lempeng indo Australia dengan lempeng samudra pasifik.  Dengan kondisi tersebut indonesia seperti bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak, belum lagi bencana yang sifatnya akibat kerusakan lingkungna seperti longsor banjir dll.

Indonesia merupakan Negara denga jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia, secara matematis jika sebuah bencana terjadi dengan tanpa peringatan dan tanpa seorangpun yang menyadari hal tersebut maka jumlah korban jiwa akan sangat banyak, belum lagi dampak-dampak yang ditimbulkan setelahnya, selain itu ditambah dengan kondisi kepulauan indonesia yang secara logika akan sangat sulit untuk mendapat pertolongan dari wilayah lainya yang ingin membantu. Kondisi tersebut diibaratkan sebagai suatu keadaan dimana kita sebagai bangsa indonesia haruslah siap untuk mengatasi persoalan tersebut. maka sudah sepantasnya sebagai mahluk yang diberkati ilmu dan akal untuk dapat mengantisipasi hal tersebut dan salah satunya adalah dalam bentuk mitigasi bencana alam.

Mitigasi merupakan suatu upaya untuk mengurangi resiko terburuk jika terjadi suatu bencana. Istilah mitigasi sudah berkembang diindonesia terutama ketika bencana telah terjadi. Pemerintah dengan wewenangnya telah peka akan istilah mitigasi ini dengna pembuatan kebijakan dan peraturan perundang-undangan diantaranya dengan adanya undang-undang no 24 tahun 2007 yang menjelaskan menganai dasar, prinsip, kewenangan dan tanggung jawab daerah serta penyelenggara pemerintahan untuk penanggulangna suatu bencana. Pada undang-undang inipun dijelaskan menganai hak dan kewajiban masyarakat dalam hal penanggulanagan bencana. Selain itu adapula peraturan pemerintah no 21 tahun 2008 mengenai penyelenggaraan penanggulangan bencana khususnya pada paragraph 5 pasal 87 poin 1 yang berbunyi “Partisipasi dan peran serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) huruf E bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dalam rangka membantu penataan daerah rawan bencana kearah lebih baik dan rasa kepedulian daerah rawan bencana”. Berbagai terobosan yang dikeluarkan pemerintah terssebut merupakan bukti nyata akan keseriusan dalam hal antisipasi suatu bencana, hanya saja cukup disayangkan peraturan dan perundang-undangan yang dimaksudkan seringkali sifatnya sporadis ketika bencana sudah terjadi, padahal yang dibutuhkan adalah bentuk prefentiv atau antisipasi dini sebelum bencana terjadi.

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu cara prefentif untuk mengantisipasi dampak bencana yang terjadi, peberdayaan tersebut dapat dimulai dari lembaga-lembaga masyarakat, terutama lembaga pemuda, karena pemuda merupakan generasi penerus yang suatu saat akan berhadapan dengan bencana. Sebagai kajian empiric dari bencana dicontohkan wilayah bandung, dimana potensi bencana dikatakan cukup tinggi dengan keberadaan kota yang dikelilingi gunung dan terdapat gunung berapi serta kondisi tanah yang labil akibat tingkat kecekungan yang rendah selain itu potensi jumlah korban jiwa akan banyak akibat jumlah penduduk kota bandung yang banyak. Selain itu masih belum ditemukanya lembaga pemberdayaan pemuda diwilayah bandung yang secara social memberikan pemahaman akan tindak kebencanaan.

Berdasarkan latar belakang diatas maka sudah semsetinya perlu adanya pendidikan dan pelatihan mitigasi bencana bagi para pemuda dan mahasiswa yang ada diwilayah kota bandung, hal tersbeut dilakukan sebagai bentuk nyata dari upaya prefentif terhadap pengurangan resiko korban jiwa jika suatu bencana terjadi.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Memberikan pengetahuan dalam hal pembuatan keputusan darurat untuk mahasiswa.
  2. Memberikan dan meningkatkan pengetahuan tentang kebencanaan yang dimulai dari pemahan akan ilmu geologi, dan klimatologi. Bagi pemuda dan mahasiswa.
  3. Memberikan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mitigasi kebencanaan mulai dari sebelum bencana ada, pada saat bencana terjadi dan ketika bencana usai pada pemuda dan mahasiwa.

HASIL YANG DIHARAPKAN

  1. Pemuda dan mahasiswa mampu mengidentifikasi berbagai gejala bencana alam yang akan terjadi.
  2. Pemuda dan mahasiswa mampu membuat suatu pemetaan wilayah mitigasi bencana alam.
  3. Pemuda dan mahasiswa mengetahui apa yang akan dilakukan ketika bencana belum terjadi, pada saat bencana terjadi dan setelah bencana terjadi.
  4. Sebagai agen perubahan mhasiswa mampu memilki kemampuan dalam pengambilan keputusan secara darurat.

SASARAN PELATIHAN

Sasaran pelatihan ini adalah pemuda yang ada pada organisasi karang taruna wilayah bandung barat dengan jumlah XXXX organsiasi dan XXXXXXXX pemuda

MATERI PELATIHAN

  1. Pengetahuan tentang ilmu geologis, dan klimatologis
  2. Pengetahuan tentang ilmu mitigasi kebencanaan.
  3. UU no 4 2007 mengenai penanggulangan bencana.
  4. SOP kebencanaan daerah.

FASILITATOR

  1. Muhamad Sanjaya (0809577)
  2. Ilham Agustian (0806006)
  3. Irman Febriana (0805624)
  4. Angga Virgiana (0803165)
  5. Desi Nurani (0803029)
  6. Gita Dewi Lestari (0809039)
  7. Nurul Hakimah (0804366)

KURIKULUM PELATIHAN

Pada pelatihan ini kurikulum dibedakan kedalam 2 bagian utama yaitu bentuk diklat secara teoritis, dan aplikasi berupa simulasi dilapangan, berikut adalah pemaparan dari kedua aktivitas tersebut :

Tindakan Kelas (kajian teoritis)

Pada kajian teoritis ini memuat materi-materi yang berhubungan dengan tindak mitigasi dan analisis mitigasi, berupa ilmu-ilmu klimatologi dan geologi, dimana metode yang digunakan secara variatif dengan memadukan pola pembelajaran secara tatap muka dan secara online, selain itu metode pemberian materipun beragam, mulai dari pemberian arahan materi hingga pemutaran dan penayangan berbagai kondisi dan dampak dari adanya suatu gejala geologi dan klimatologi yang terjadi.

Selain itu untuk spesifikasi materi dan keberhasilan tujuan dari pelatihan, maka untuk mahasiwa, mendapat porsi khusus, yakni kemampuan dalam pembuatan keputusan secara akurat mengani mitigasi bencana alam.

No

Materi

Tujuan Pembelajaran

Pokok Materi

Metode

Media

1 Geologis
  • · Memberikan pemahaman dalam ilmu kebumian
  • · Memberikan pemahaman mengenai tindak preventive mitigasi kebencanaan.

 

  • · Pengenalan ilmu geologi
  • · Materi litosfer (lapisan bumi)
  • · Materi biosfer (lingkungan hidup)
  • · Aplikasi terhadap ilmu mitigasi bencana
    • Ceramah
    • Curah pendapat
    • Diskusi tatap muka & kelas online
    • Peragaan video dan gambar
    • · komputer
    • · Infokus
    • · Internet
 
2 Klimatologis
  • Memberikan pemahaman dalam ilmu kebumian
  • Memberikan pemahaman mengenai tindak preventive mitigasi kebencanaan.
    • · Pengenalan ilmu klimatologi
    • · Materi klimatologi fisik (ilmu cuaca)
    • · Materi klimatografi (ilmu analisis cuaca
    • · Aplikasi terhadap ilmu mitigasi bencana
      • Ceramah
      • Curah pendapat
      • Diskusi tatap muka & kelas online
      • Peragaan video dan gambar.
      • · komputer
      • · Infokus
      • · Internet
 

Simulasi lapangan (kajian Praktek)

No

Materi

Tujuan Pembelajaran

Pokok Materi

Metode

Media

1 Aplikasi sebelum bencana terjadi
  • · Memberikan keterampilanmengenai pembuatan maping migation

 

  • Membuat maping wilayah bencana.
    • Observasi
    • Praktek
      • Peragaan Video dan ATK
2 Aplikasi ketika bencana terjadi
  • · Memberikan keterampilan penyelamatan korban, perlindungan, dan evakuasi korban
    • Tindakan pencarian korban
    • Tindakan penyelamatan korban terjebak
    • Simulasi perlindungan pribadi dan orang lain.
 
  • Simulasi bencana

 

  • Alat keselamatan
  • Ruang simulasi bencana (gempa dan tsunami)
  • Boneka korban.
3 Aplikasi pada saat bencana usai  
  • Proses rehabilitasi
  • Simulasi
 
  • Media komunikasi

 

DANA

Adapun perencanaan dana yang disusun dalam pelatihan dan pengembangan mitigasi bencana alam adalah sebagai berikut :

Perencanaan Biaya

No

 

Kegiatan

Volume

Biaya

Satuan Total
1 Koordinasi Sekertaris

Atk

Fotocopy

Penggandaan Proposal

 

25.000

100.000

200.000

500.000

825.000
2 koordinasi Bendahara

Atk

 

25.000

100.000

125.000
3 Koordinasi  Perlengkapan

Sewa Lab

Sertifikat

Penggandaan Modul

 

 

@ 5.000 x 500

@ 10.000x 500

25.000

300.000

2.500.000

5.000.000

7.825.000
4 Koordinasi Humas

Transport

 

25.000

100.000

125.000
5 Koordinasi  Usaha

Spj penyampaian proposal

 

@ 10.000 x 10

25.000

100.000

125.000
6 Koordinasi Akomodasi

Transportasi

 

25.000

100.000

125.000
7 Publikasi dan dokumentasi

Spanduk

Baterai Camera

 

 

 

25.000

300.000

100.000

425.000
8 Koordinasi  Acara

Honor Instruktur

 

@ 750.000 x 3

25.000

2.250.000

2.275.000
9 Koordinasi  Konsumsi

Makan untuk peserta

Makan untuk panitia

Makan untuk instruktur

 

@ 10.000 x 500

@ 10.000 x  7

@ 15.000 x 3

25.000

5.000.000

700.000

45.000

5.770.000
10  Biaya tak terduga  

 

300.000

300.000

Total

17.920.000

RONNDOWN ACARA

Waktu

Kegiatan

Rincian acara

Penanggung jawab

SENIN 4 Juli 2011
07:00 – 08:00 Persiapan Persiapan kelengkapan sebelum dilaksanakanya pelatihan Logistik penanggung jawab diklat
08.00 – 08.30 Pembukaan dan penjelasan diklat Pembukaan acara oleh ketua pelatihan MITIGASI Bencana Penanggung jawab diklat
08.30 – 10:30 Pemberian Materi litosfer (lapisan bumi) Memberikan materi mengenai litosfer terhadap peserta diklat diikuti dengan diskusi Acara penanggung jawab diklat
10.30 -12:00 Pemberian Materi biosfer (lingkungan hidup) Memberikan materi mengenai biosfer terhadap peserta diklat diikuti dengan diskusi Acara penanggung jawab diklat
12.00 -13.00 ISHOMA Istirahat, Sholat dan makan Acara penanggung jawab diklat
13.00 – 14.30 Pemberian petunjuk Aplikasi terhadap ilmu mitigasi Memberikan petunjuk bagaimana cara mengaplikasikan mitigasi terhadap peserta diklat diikuti dengan diskusi terbuka Acara penanggung jawab diklat
14.30 – 14. 40 Penutup   Acara penanggung jawab diklat
SELASA 5 Juli 2011
07:00 – 08:00 Persiapan Persiapan kelengkapan sebelum dilaksanakanya pelatihan Logistik penanggung jawab diklat
08.00 – 08.30 Pembukaan dan penjelasan diklat Pembukaan acara oleh ketua pelatihan MITIGASI Penanggung jawab diklat
08.30 – 10:30 Pengenalan ilmu klimatologi Ceramah dan diskusi yang bertujuan mengenalkan ilmu klimatologi Acara penanggung jawab diklat
10.30 -12:00 Pemberian Materi klimatologi fisik (ilmu cuaca) Memberika ceramah Materi klimatologi fisik (ilmu cuaca) diikuti dengan diskusi Acara penanggung jawab diklat
12.00 – 13.00 ISHOMA Istirahat, Sholat dan makan Acara penanggung jawab diklat
13.00 – 14.30 Pemberian Materi klimatografi (ilmu analisis cuaca Memberikan materi klimatografi (ilmu analisis cuaca diikuti dengan diskusi Acara penanggung jawab diklat
14.30 – 16.00 Memberikan petunjuk Aplikasi terhadap ilmu mitigasi bencana Pemberian petunjuk Aplikasi terhadap ilmu mitigasi bencana terhadap peserta diklat diikuti dengan diskusi Acara penanggung jawab diklat
16.00-16.10 Penutupan   Acara penanggung jawab diklat
RABU, 6 JUNI 2011
07:00 – 08:00 Persiapan Persiapan kelengkapan sebelum dilaksanakanya pelatihan Acara penanggung jawab diklat
08.00 – 08.30 Pembukaan dan penjelasan diklat Pembukaan acara oleh ketua pelatihan MITIGASI Bencana Penanggung jawab diklat
08.30 – 10.30 Aplikasi sebelum bencana terjadi Membuat maping wilayah bencana (Observasi dan praktek lapangan) Acara penanggung jawab diklat
10.30 – 12:30 Aplikasi ketika bencana terjadi -Praktek Tindakan pencarian korban

-Praktek Tindakan penyelamatan korban terjebak

-Simulasi perlindungan pribadi dan orang lain.

 

Acara penanggung jawab diklat
12.30 – 13.30 ISHOMA Istirahat, sholat dan makan Acara penanggung jawab diklat
13.30 -15:30 Aplikasi pada saat bencana usai Tahap ini merupakan proses rehabilitasi menekankan pada simulasi Acara penanggung jawab diklat
15.30 – 15.40 PENUTUPAN   Acara penanggung jawab diklat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: